Menu Close

Dengan semangat otonomi daerah yang diatur dalam Undang-Undang No 22 tahun 1999, kemudi- an lahirlah Kecamatan Kebonagung yang merupakan wilayah yang dime- karkan dari Kecamatan Dempet di Kabupaten Demak. Semula status kecamatan Kebonagung adalah se- bagai Kecamatan Pembantu Kebonagung dari Kecamatan Dempet, melalui keputusan Bupati Demak Nomor 580 tahun 1999. Na- mun keputusan ini kemudian ditin- daklanjuti dengan Perda Kabupaten Demak Nomor 18 tahun 2000.

Sebagaimana yang tercantum dalam pasal 3 Perda Nomor 18 tahun 2000, Kecamatan Kebonagung men- cakup wilayah seluas 4.199, 400 Ha dengan batas-batas sebagai berikut:

Utara          : Kecamatan Dempet;
Timur         : Kecamtan Godong;
Selatan       : Kecamatan Gubug;
Barat          : Kecamatan Wonosalam.

Sedangkan jumlah desa dari Kecamatan Kebonagung terdiri dari 14 Desa yang diambil dari 30 desa yang semula terdapat dalam lingkup wilayah Kecamatan Dempet. Desa tersebut meliputi :

1. Desa Kebonagung;                                        8. Desa Klampoklor;
2. Desa Mijen;                                                   9. Desa Prigi;
3. Desa Pilangwetan;                                       10. Desa Babat;
4. Desa Sarimulyo;                                           11. Desa Sokokidul;
5. Desa Solowire;                                             12. Desa Werdoyo;
6. Desa Tlogosih;                                             13. Desa Mangunrejo;
7. Desa Mangunanlor;                                     14. Desa Megonten.

 

SEJARAH KECAMATAN KEBONAGUNG

<<KLIK>>

Geografi dan Kependudukan

 

Kecamatan Kebonagung merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Demak. Sebelah utara wilayah ini berbatasan dengan Kecamatan Dempet, sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan, serta sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Wonosalam dan Kecamatan Guntur Kabupaten Demak. Jarak terjauh dari barat ke timur adalah sepanjang 9 km dan dari utara ke selatan sepanjang 7 km. Jarak ke Ibukota Demak 17 km, Sedangkan jarak ke kecamatan sekitar adalah ke Kecamatan Dempet 8 km, ke Kabupaten Grobogan 1 km, ke Kecamatan Guntur 10 km dan ke Kecamatan Wonosalam 10 km Kabupaten Demak.
Secara administratif luas wilayah Kecamatan Kebonagung adalah 4.199 ha, terdiri atas 14 desa. Sebagai daerah agraris yang kebanyakan penduduknya hidup dari pertanian, wilayah Kecamatan Kebonagung terdiri atas lahan sawah yang mencapai luas 3.151 ha, dan 1.048 ha adalah lahan kering. Menurut penggunaannya, sebagian besar lahan sawah yang digunakan berpengairan teknis 2.656 ha, setengah teknis 463 ha, sederhana 7 ha dan tadah hujan 25 ha.

 

 

Desa-desa di wilayah Kecamatan Kebonagung :
1. Desa Kebonagung;      8. Desa Klampoklor;
2. Desa Mijen;                  9. Desa Prigi;
3. Desa Pilangwetan;      10. Desa Babat;
4. Desa Sarimulyo;          11. Desa Sokokidul;
5. Desa Solowire;            12. Desa Werdoyo;
6. Desa Tlogosih;            13. Desa Mangunrejo;
7. Desa Mangunanlor;    14. Desa Megonten.

Jumlah penduduk Kecamatan Kebonagung berdasarkan hasil Proyeksi Penduduk 2016 adalah sebanyak 40.139 orang terdiri atas 19.902 laki-laki dan 20.237 perempuan. Jumlah penduduk ini naik dari tahun sebelumnya. Secara berurutan, penduduk terbanyak terdapat di Desa Kebunagung dan Desa Mangunrejo dengan jumlah penduduk masing-masing sebesar 4.989 orang dan 4.489 orang. Sedang penduduk terkecil terdapat di Desa Klampok Lor dan Desa Mangunan Lor dengan masing-masing sebanyak 1.314 orang dan 1.505 orang. Menurut kelompok umur, sebagian besar penduduk Kecamatan Kebonagung termasuk dalam usia produktif (15-64 tahun) sebanyak 27.425 orang dan selebihnya 10.437 orang berusia dibawah 15 tahun dan 2.277 orang berusia 65 tahun keatas.
Sedangkan  besarnya Angka ketergantungan (dependency ratio) Kecamatan  Kebonagung adalah  463,59  Hal  ini  berarti  bahwa setiap 1.000 orang berusia produktif menanggung sebanyak 463 orang lebih penduduk usia dibawah 15 tahun dan 65 tahun keatas. Dilihat dari kepadatan   penduduknya,   pada   tahun   2016   kepadatan   penduduk Kecamatan Kebonagung mencapai 947 orang/Km2. Penduduk terpadat terdapat di Desa Kebonagung dengan kepadatan 1369 orang/Km2 sedang penduduk paling jarang berada di Desa Mangunan Lor dengan kepadatan 666 orang/Km2.

Dilihat dari tingkat kelahiran kasar (Crude Birth Ratio – CBR) yang merupakan jumlah anak yang dilahirkan per 1.000 orang penduduk, tercatat CBR Kecamatan Kebonagung tahun 2015 adalah 14,00. Sedang menurut tingkat kematian kasar (Crude Death Ratio – CDR) yang merupakan jumlah kematian per 1.000 orang penduduk, maka CDR Kecamatan Kebonagung pada tahun yang sama adalah 8,46. Angka-angka ini cendrung turun dibanding angka tahun sebelumnya 2014 dimana tingkat kelahiran kasar sebesar 15,41 dan tingkat kematian kasar 7,54. Rasio anak terhadap wanita usia 15-49 tahun (Child Women Ratio – CWR) Kecamatan Kebonagung adalah 304,65 yang berarti bahwa terdapat 306 lebih anak berusia 0-4 tahun pada setiap 1.000 wanita usia 15-49 tahun. Angka ini sedikit di bawah angka tahun 2014.